https://saintifypublish.com/index.php/JAIS/issue/feedJurnal Aksi dan Inovasi Sosial2026-08-31T20:25:38+07:00Fatimah Fitriani Mujahidah, S.Gz., M.Kesadmin-jurnal@saintifypublish.comOpen Journal Systems<ul> <li>Journal title: Jurnal Aksi dan Inovasi Sosial</li> <li>Initials: JAIS</li> <li>Abbreviation: JAIS</li> <li>Frequency: 2 Edisi Per Tahun (Februari dan Agustus)</li> <li>DOI: Prefix: 10.69632</li> <li>Online ISSN: 3089-7556</li> <li>Editor-in-chief: Fatimah Fitriani Mujahidah, S.Gz., M.Kes</li> <li>Publisher: Saintify Publish</li> </ul>https://saintifypublish.com/index.php/JAIS/article/view/93Penerapan Terapi Kelompok Terapeutik dalam Meningkatkan Integritas Psikososial Lansia di Kecamatan Tegallega, Bogor2026-08-04T17:20:37+07:00Raphita Diorartaraphitadiorarta@upnvj.ac.idSri Gunda Fahriana Fahruddinraphitadiorarta@upnvj.ac.idT Widya Naraliaraphitadiorarta@upnvj.ac.idEny Dewi Pamungkasraphitadiorarta@upnvj.ac.idHesti Rahayuraphitadiorarta@upnvj.ac.idSyamikar Baridwan Syamsirraphitadiorarta@upnvj.ac.id<p>Peningkatan jumlah lanjut usia (lansia) seiring bertambahnya angka harapan hidup menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan, terutama pada aspek psikososial, seperti kesepian, isolasi sosial, penurunan harga diri, dan kesulitan adaptasi terhadap proses menua. Kondisi ini memerlukan intervensi yang mampu meningkatkan kesejahteraan psikososial lansia secara komprehensif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan tumbuh kembang lansia pada aspek psikososial melalui terapi kelompok terapeutik. Kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Tegallega, Bogor, dengan melibatkan 16 lansia berusia di atas 60 tahun. Intervensi dilakukan dalam enam sesi terstruktur yang membahas perubahan pada aspek biologis, psikologis, sosial, dan spiritual selama proses menua. Evaluasi dilakukan menggunakan metode <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> untuk menilai pemahaman lansia sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rerata skor dari 9,8 pada <em>pre-test</em> menjadi 13,4 pada <em>post-test</em>, dengan persentase peningkatan sebesar 36,7%. Peningkatan tertinggi ditemukan pada aspek biologis (40,9%) dan psikologis (39,6%), diikuti aspek sosial (36,0%) dan spiritual (27,9%). Hasil ini menunjukkan bahwa terapi kelompok terapeutik efektif dalam meningkatkan pemahaman, kemampuan adaptasi, interaksi sosial, serta kesejahteraan psikososial lansia. Dengan demikian, intervensi terbukti secara signifikan meningkatkan pemahaman lansia pada seluruh aspek psikososial, dengan capaian tertinggi pada dimensi biologis dan psikologis</p>2026-08-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Raphita Diorarta, Sri Gunda Fahriana Fahruddin, T Widya Naralia, Eny Dewi Pamungkas, Hesti Rahayu, Syamikar Baridwan Syamsirhttps://saintifypublish.com/index.php/JAIS/article/view/98Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba: Penguatan Peran Keluarga Kelurahan Tamalanrea2026-08-08T07:20:14+07:00Andi Hardiantiandi.hardianti@unm.ac.idIsmi Irfiyanti Fachruddinismi.irfiyanti.fachruddin@unm.ac.idUlfa Diya Atiqaulfa.diya.atiqa@unm.ac.idAnwar Lubisanwar.lubis@unm.ac.idSakinah Amirsakinah.amir@unm.ac.id<p>Penyalahgunaan narkoba masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan sosial yang serius, sehingga upaya pencegahannya tidak dapat hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi memerlukan peran aktif keluarga dan masyarakat, terutama ibu-ibu yang berperan sentral dalam pengawasan rumah tangga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas keluarga dalam pencegahan dan penanganan dini penyalahgunaan narkoba pada warga Kelurahan Tamalanrea. Metode yang digunakan adalah pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta, dilanjutkan dengan ceramah interaktif menggunakan media presentasi dan diskusi terbuka, serta diakhiri dengan post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan. Kegiatan ini diikuti oleh 40 warga (36 perempuan dan 4 laki-laki) yang sebagian besar adalah ibu-ibu, bersama pengurus lingkungan setempat dan narasumber dari <em>Rumah Sehat Lembaga Peduli Anak Indonesia Cerdas (RSLPAIC)</em>. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan rata-rata skor pengetahuan dari 50,2 (kategori kurang) pada <em>pre-test</em> menjadi 84,0 (kategori baik) pada <em>post-test</em>, meningkat 33,8 poin atau 67,3 persen, dengan 36 dari 40 peserta (90 persen) mengalami peningkatan skor. Peningkatan terbesar terjadi pada aspek pengetahuan mengenai tanda-tanda dini dan peran keluarga dalam pencegahan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis komunitas yang interaktif efektif meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan keluarga dalam mencegah dan merespons penyalahgunaan narkoba di tingkat rumah tangga. Program lanjutan yang berkelanjutan, seperti pemantauan berkala dan pembentukan kader keluarga peduli narkoba, disarankan untuk memperkuat dampak jangka panjang kegiatan ini.</p>2026-08-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Andi Hardianti, Ismi Irfiyanti Fachruddin, Ulfa Diya Atiqa, Anwar Lubis, Sakinah Amirhttps://saintifypublish.com/index.php/JAIS/article/view/97Penguatan Kapasitas Kader dan Orang Tua dalam Pemanfaatan KMS Untuk Pemantauan Pertumbuhan Balita2026-08-08T07:59:29+07:00Nurul Fitri Sugiarti Syamnfssagy.gy@unimerz.ac.id<p>Masih ditemukannya kasus stunting di wilayah kerja Puskesmas Bara-Barayya menuntut penguatan pemantauan pertumbuhan balita melalui Kartu Menuju Sehat (KMS) yang selama ini belum optimal dilakukan oleh kader Posyandu dan orang tua. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas kader dan orang tua dalam pemanfaatan KMS melalui pendekatan pendampingan partisipatif (<em>participatory mentoring</em>) yang mengintegrasikan edukasi, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Kegiatan pada April 2026 ini melibatkan 34 peserta (7 kader Posyandu dan 27 orang tua). Evaluasi menggunakan desain <em>one-group pretest-posttest</em> untuk pengetahuan dan observasi terstruktur untuk menilai enam indikator keterampilan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana kategori baik melonjak dari 23,5% menjadi 82,4% dan rata-rata nilai meningkat dari 63,06 ± 3,27 menjadi 86,62 ± 3,79 (meningkat 37,36%; p < 0,001). Selain itu, rata-rata capaian keterampilan peserta mencapai 86,40%, dengan 88,2% peserta berkategori baik dan tidak ada yang berkategori kurang. Disimpulkan bahwa pendampingan partisipatif efektif meningkatkan pengetahuan kognitif dan keterampilan psikomotorik dalam pemanfaatan KMS. Peningkatan kapasitas ini menjadi fondasi kemandirian kader dan orang tua dalam mendeteksi dini gangguan pertumbuhan, seperti <em>growth faltering</em>, guna mencegah risiko stunting baru di tingkat masyarakat</p>2026-08-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nurul Fitrihttps://saintifypublish.com/index.php/JAIS/article/view/110Optimalisasi Pemantauan Tumbuh Kembang Anak Usia Prasekolah Melalui Skrining DDST II dan Edukasi Orang Tua di Posyandu Ramanda2026-08-28T07:41:40+07:00Gita Hermawatichica@uhamka.ac.idPutri Fatma Fathihahchica@uhamka.ac.idTarisa Putri Artameviachica@uhamka.ac.idAlipa Putri Nopianti Rchica@uhamka.ac.idChica Riska Asharichica@uhamka.ac.id<p>Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini merupakan hal yang penting karena gangguan pertumbuhan dan perkembangan, termasuk keterlambatan tumbuh kembang (development delay), masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius baik di negara maju maupun negara berkembang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengukur tumbuh kembang anak usia 37–59 bulan serta memberikan edukasi kepada ibu balita di Posyandu Ramanda tahun 2023. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Ramanda, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dengan menggunakan pengukuran antropometri (berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala), kuesioner pengetahuan yang diberikan dalam bentuk pre-test dan post-test, serta Denver Developmental Screening Test II (DDST II) untuk menilai perkembangan motorik kasar, motorik halus-adaptif, bahasa, dan personal-sosial. Sebanyak 15 anak usia 37–59 bulan beserta ibunya berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh balita (100%) memiliki status gizi normal berdasarkan indeks BB/TB, TB/U, BB/U, IMT/U, dan LK/U, serta seluruh balita memiliki perkembangan yang sesuai dengan usianya berdasarkan hasil DDST II. Pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang anak meningkat pada 73,3% ibu setelah diberikan edukasi, tetap sama pada 20% ibu, dan menurun pada 6,7% ibu. Hasil ini menunjukkan bahwa balita yang dipantau di Posyandu Ramanda secara umum memiliki pertumbuhan fisik yang baik dan perkembangan yang sesuai usia, serta edukasi kesehatan yang diberikan efektif meningkatkan pengetahuan sebagian besar ibu. Pemantauan pertumbuhan dan edukasi yang berkesinambungan di tingkat posyandu perlu terus dilakukan untuk menjaga tumbuh kembang anak yang optimal.</p>2026-08-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Gita Hermawati, Putri Fatma Fathihah, Tarisa Putri Artamevia, Alipa Putri Nopianti R, Chica Riska Asharihttps://saintifypublish.com/index.php/JAIS/article/view/116Pendampingan Teknis Program INEY Fase II Dalam Penguatan Intervensi Gizi Spesifik Ibu Hamil di Puskesmas Kapan, Nusa Tenggara Timur2026-08-28T19:32:08+07:00Astuti Nurastutinur1989@gmail.comPutu Amrytha Sanjiwaniastutinur1989@gmail.comAgustina Setiaastutinur1989@gmail.comSanta Luciana Diaz Vera Da Costaastutinur1989@gmail.com<p>Anemia dan Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi salah satu penyebab utama masalah kesehatan ibu dan stunting pada anak di Indonesia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pendampingan teknis kepada tenaga kesehatan dan kader posyandu dalam penguatan pelaksanaan Program <em>Investing in Nutrition and Early Years</em> (INEY) Fase II untuk indikator ibu hamil di Puskesmas Kapan dan Posyandu SIKAM, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 Juni 2026 melalui metode pendampingan klinis berupa transfer pengetahuan pengukuran antropometri dan pengisian kartu pemantauan gizi kepada kader, audit kualitas data bersama tenaga kesehatan, wawancara mendalam, observasi lapangan, serta telaah dokumen pencatatan program periode Januari–Mei 2026. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan capaian indikator antarbulan terhadap target nasional. Hasil pendampingan menunjukkan cakupan skrining anemia masih rendah (berkisar antara 15,2% hingga 44,4% dari total sasaran), kejadian anemia cenderung meningkat, dan pemberian PMT bagi ibu hamil KEK (15 orang) baru terealisasi pada bulan Mei akibat keterlambatan anggaran desa yang kemudian berhasil diurai melalui advokasi lintas sektor oleh tim pendamping. Kegiatan pendampingan ini berhasil mengidentifikasi kendala logistik skrining, menyepakati penguatan peran kader dalam pemantauan kepatuhan TTD, serta merumuskan kesepakatan taktis pelaksanaan skrining Hb keliling bersama bidan koordinator guna mengatasi hambatan geografis. Kegiatan pengabdian ini menyimpulkan bahwa pendampingan teknis berbasis data riil bulanan sangat efektif dalam memetakan hambatan operasional secara presisi dan merumuskan solusi lokal yang taktis guna mendukung percepatan penurunan stunting pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan.</p>2026-08-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Astuti Nur, Putu Amrytha Sanjiwani, Agustina Setia, Santa Luciana Diaz Vera Da Costa