Edukasi Tentang Anemia Pada Remaja Putri di Pondok Pesantren Nur Al Iman Moncongloe Kabupaten Maros
DOI:
https://doi.org/10.69632/jais.v1i02.21Keywords:
anemia, edukasi, remaja putriAbstract
Anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat serius di Indonesia, dengan prevalensi pada remaja mencapai 32% atau sekitar 3 dari 10 remaja. Kondisi ini berdampak negatif pada konsentrasi belajar, produktivitas, dan kesehatan reproduksi, serta meningkatkan risiko kematian ibu, kelahiran prematur, dan bayi dengan berat lahir rendah. Oleh karena itu, pencegahan anemia pada remaja putri sangat penting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai anemia, dampaknya, serta upaya pencegahan melalui edukasi. Kegiatan dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Al Iman Moncongloe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dengan sasaran santri putri berusia 13–18 tahun. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta (p < 0,05), di mana rata-rata jawaban benar meningkat dari 40% pada pre-test menjadi 80% pada post-test. Temuan ini membuktikan bahwa edukasi efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja putri mengenai anemia, sehingga dapat menjadi salah satu strategi pencegahan anemia pada kelompok usia ini
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Andi Fatwa Tenri Awaru, Nur Asmi, Ismi Irfiyanti Fachruddin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





